GERAKAN PARA PAHLAWAN REMAJA MELALUI UNGGAHAN HAK-HAK REPRODUKSI YANG MASIF DAN SISTEMATIS PART 2

Menyadari semua ini, penulis melihat peran remaja agar dilibatkan menjadi sosok pahlawan yang mendistribusikan informasi mengenai hak-hak reproduksi dengan memanfaatkan media sosial, terutama Instagram sebagai media potensial karena menurut data yang dirilis Napoleon Cat, pada periode Januari-Mei 2020 di Indonesia mencapai 69,2 juta (69.270.000) pengguna, bahkan terhitung pada bulan Mei terdapat sebesar 48,2 persen dengan segmentasi 13-24 tahun yang berarti sekitar 33,35 juta pengguna adalah remaja.10 Instagram dapat direkomendasikan sebagai media sosial yang efektif dalam komunikasi11 diketahui juga bahwa intensitas menggunakan instagram berpengaruh terhadap kematangan emosi dengan sumbangan efektifnya sebesar 23,4.persen.

Kita dapat menciptakan sebuah gerakan yang masif dengan mengunggah konten informasi berisi hak-hak reproduksi secara sistematis. Sederhananya dapat diurutkan langkah konkret dari gerakan ini meliputi; 1).penyelenggara membuat konten bermuatan hak reroduksi; 2) membuka pendaftaran untuk para remaja dan relawan yang berpartisipasi; 3).mendistribusikan konten kepada partisipan terdaftar; 4).setiap relawan mengunggah konten di media sosial masing-masing pada waktu yang ditentukan. Diakhir kegiatan sebagai opsional penyelenggara, para partisipan diberikan apresiasi berupa sertifikat maupun lencana kecil sebagai tanda penghormatan yang dapat menarik minat para remaja untuk berkontribusi menyebarkan informasi positif sebagai pahlawan bagi remaja lainnya. Gerakan ini dapat diselenggarakan oleh berbagai pihak terkait seperti BKKBN ataupun forum Generasi Berencana (GenRe) khususnya di Provinsi Jawa Barat.

Baca Juga  Materi Pemenuhan Gizi Pada Remaja

Konsep kegiatan yang memiliki kemiripan dengan unggahan twibon, bedanya gerakan ini diselenggarakan dalam beberapa hari (periodik) sehingga memenuhi laman media.sosial.remaja.dengan.penuh.informasi.mengenai hak reproduksi. Muatan dari informasi ini mencakup hak reproduksi yang perlu diketahui oleh remaja, atau bahkan bermuatan hak reproduksi khusus untuk remaja, meliputi; 1).Hak menjadi diri sendiri; 2).Hak mendapatkan informasi; 3).Hak dilindungi dan menlindungi diri sendiri; 4).Hak mendapatkan pelayanan kesehatan; 5).Hak dilibatkan. Saat mengetahui konten atau video-video dalam media sosial sangat cocok dengan kehidupannya maka remaja akan memutuskan untuk melakukan tindakan yang sesuai dengan apa yang dilihatnya.

Gerakan para pahlawan remaja dapat menjadi solusi untuk menjaring dan menyalurkan rasa keingintahuan para remaja. Setiap unggahan yang disaksikan oleh para remaja berpotensi mempromosikan eksistensi dari Generasi Berencana serta Pusat Informasi dan Konseling Remaja sebagai referensi yang dapat diakses untuk mempelajari hal-hal yang masih bersifat tabu di masyarakat seperti reproduksi dan seksualitas. Gerakan ini mampu menjadi langkah preventif dari permasalahan seperti penyimpangan. perilaku. seksual, pernikahan dini, serta perceraian yang dilatarbelakangi ketidaktahuan remaja berkenaan dengan hak-hak reproduksi.

Baca Juga  SENIN / 9 Maret 2020. NGOFI (Ngobrol bareng Formasi) bersama Kang Rian Firmansyah, S.Pd selaku anggota DPR-RI Komisi X

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

logo pik remaja Formasi bandung barat

FORMASI FRESH KBB adalah Forum Remaja Sehat Ideal yang memiliki visi untuk mewujudkan Remaja yang FRESH : Future, Role model, Education, Smart, Humanity.

Copyright @ Forum Pik Remaja Formasi Kabupaten Bandung Barat