Website

Latar Belakang Berdiri PIK Remaja

Kabupaten Bandung Barat

Penduduk merupakan aset terpenting suatu bangsa. Persoalan kependudukan harus dilihat dari segi kuantitas dan kualitasnya karena dapat menentukan kemajuan suatu bangsa. Di Indonesia, secara kuantitas penduduk Indonesia berjumlah 237,6 juta pada tahun 2010 (BPS, 2010) dan saat ini (2015) jumlah penduduk Indonesia diperkirakan mencapai 255 juta jiwa (Bappenas, BPS, UNFPA, 2013). Jumlah yang besar ini menempatkan negara Indonesia pada urutan ke 4 (empat)
penduduk terbesar di dunia setelah China, India dan Amerika Serikat.

Jumlah penduduk besar merupakan aset yang utama seandainya diimbangi dengan kualitas yang baik. Namun pada kenyataannya, kualitas SDM yang dinilai melalui “Human Development Index (HDI)” atau Indeks Pembangunan Manusia (IPM) oleh UNDP menempatkan Indonesia pada urutan 108 dari 189 negara (2013). Tantangan terbesar dalam upaya peningkatan kualitas manusia Indonesia dilihat dari IPM tersebut adalah masalah kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan penduduk. Kesemuanya ini berkaitan dengan kuantitas serta struktur penduduk (komposisi penduduk) Indonesia.

Saat ini komposisi penduduk Indonesia masih menunjukkan kondisi yang kurang menguntungkan yang ditandai dengan munculnya gejala Triple Burden yaitu situasi dimana jumlah balita, anak, remaja dan lansia yang semakin besar. Hal ini dapat terlihat dalam gambar piramida di bawah ini:

Berdasarkan proyeksi penduduk, jumlah penduduk Indonesia sampai dengan tahun 2019 sebesar 268,1 juta, apabila laju pertumbuhan penduduk tetap di angka 1,49 persen (SP 2010). Terkait remaja, proyeksi penduduk pada tahun 2015 menunjukkan bahwa jumlah remaja (usia 10-24 tahun) Indonesia mencapai lebih dari 66,0 juta. Artinya, 1 dari setiap 4 orang penduduk Indonesia adalah remaja. Jumlah yang sangat besar tersebut adalah potensi yang memerlukan pengelolaan yang
terencana, sistematis dan terstruktur agar dapat dimanfaatkan menjadi modal pembangunan ke depan.

Membangun dan membina remaja tidak hanya menyiapkan masa depannya saja, akan tetapi juga menjaga mereka agar terhindar dari risiko dan permasalahan yang dihadapi mereka saat ini.

Tags
Show More

Pikremaja Formasi

GenRe | Generasi Berencana Saatnya yang Muda yang Berencana Berdakwah tidak harus di mesjid, tetapi depan para Remaja adalah dakwah Paling Besar

Tinggalkan Balasan

Hubungi Kami disini
Close
%d blogger menyukai ini: