Materi

Resiko dan Permasalahan Remaja

yang haru dihadapi

1. Perilaku Seks pada Remaja

Hasil penelitian menunjukkan masih banyak remaja yang aktif secara seksual di luar nikah. Berdasarkan data SKRRI 2003 dan 2007, terdapat kecenderungan kenaikan proporsi remaja usia 15-24 tahun yang aktif secara seksual terutama pada kalangan laki-laki yaitu 1% pada perempuan dan 5% pada laki-laki tahun 2003, menjadi 1%pada perempuandan 6% pada laki-laki tahun 2007 (Utomo 2013). Menurut data SDKI 2012, angka tersebut mengalami kenaikan menjadi 8,3% untuk laki-laki sedangkan untuk wanita menunjukkan kecenderungan yang stabil.

2. Kehamilan dan Kelahiran pada Remaja

Kelahiran pada remaja di Indonesia dapat dilihat berdasarkan angka Age Specific Fertility Rate (ASFR) yaitu angka yang menunjukkan jumlah kelahiran per 1000 wanita pada umur tertentu. Berdasarkan SDKI 2012, di Indonesia Age Specific Fertility Rate (ASFR untuk kelompok umur 15-19) secara umum turun tidak signifikan dari 51 ke 48 per 1000 kelahiran (SDKI 2007 dan SDKI 2012), masih jauh dari angka yang diharapkan pada Rencana Strategis BKKBN yakni 38 per 1000 kelahiran (pada tahun 2019). Hal ini berarti, menunjukkan masih tingginya kejadian kelahiran pada remaja di Indonesia.

3. Perkawinan pada Remaja

Perkawinan di kalangan remaja masih terjadi, yaitu proporsi remaja usia 15-19 tahun yang sudah melahirkan dan hamil anak pertama naik dari 8,5% (SDKI 2007) menjadi 9,5% (SDKI 2012). Hal tersebut sejalan dengan data terbaru dari Annual Review Unicef Tahun 2014, menunjukkan bahwa satu dari empat perempuan di Indonesia menikah sebelum berumur 18 tahun. Kondisi ini diperkirakan sebagai akibat pernikahan dini yang diatur orangtua dan akibat pergaulan seks bebas. Akibatnya kemungkinan tingginya kematian ibu dan anak,peluang terjadinya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT,tingginya drop out sekolah dan peluan mendapatkan pekerjaan layak semangkin rendah. Secara gelobal, Indonesia termasuk Negara dengan presentasi pernikahan usia muda masih tinggi di dunia yaitu ranking 37,tertinggi kedua di asean setelah kamboja. Pada tahun 2010, terdapat 158 Negara dengan usia legal minimum menikah adalah 18 tahun keatas, dan Indonesia masih dibawah dari itu yaitu 16 tahun.

4. HIV dan AIDS

Permasalahn lain yang cukup memperihatinkan pada remaja adalah banyaknya remaja yang terpapar HIV/AIDS dan Narkoba. Data kemenkes menunjukkan kasus AIDS secara komulatif dari tahun 1987 s/d September 2014 sebesar 55.799 Kasus.2,9% diantaranya kelompok usia 20-29 Tahun, dan 3,1% diantaranya kelompok usia 15-19 tahun (kemenkes RI,2014).

5. Napza

Data dari BNN tahun 2013 menunjukkan bahwa 22% dari 4 juta penduduk indonesia penyalahguna narkoba atau sekitar 880 ribu penyalahguna napza adalah pelajar dan remaja/mahasiswa.

Tags
Show More

Pikremaja Formasi

GenRe | Generasi Berencana Saatnya yang Muda yang Berencana Berdakwah tidak harus di mesjid, tetapi depan para Remaja adalah dakwah Paling Besar

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Hubungi Kami disini
Close
%d blogger menyukai ini: